Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap terapi non-medis dan penyembuhan berbasis energi, teknik Hado Healing mulai menjadi pembicaraan hangat. Metode ini berasal dari Jepang dan berlandaskan penelitian Dr. Masaru Emoto yang menemukan bahwa air dapat merespons pikiran, emosi, kata-kata, bahkan frekuensi energi manusia.
Kini, konsep Hado mendapat pengembangan lebih luas di Indonesia melalui teknik terapi energi Master Zaenal, seorang praktisi hipnoterapi dan mesmerism yang dikenal menggabungkan pendekatan modern dan Empiris.

Konsep Hado menyatakan bahwa:
- Pikiran dan perasaan manusia memengaruhi struktur energi tubuh
- Energi negatif dapat menciptakan ketidakseimbangan yang memicu gangguan fisik maupun emosional
- Air dapat menjadi media penyimpan serta penghantar frekuensi penyembuhan
Dalam penerapannya, air diberi Sugesti atau frekuensi positif melalui doa, afirmasi, energi, atau vibrasi tertentu—yang kemudian diminum oleh penerima terapi.
Selain dianggap lebih aman, alami, dan tidak menimbulkan efek samping, teknik ini menarik perhatian karena beberapa orang merasakan efek cepat—bahkan dalam hitungan menit atau jam.
Salah satu alasan utamanya: metode ini tidak memerlukan sentuhan fisik, tidak membutuhkan sugesti verbal, dan dapat dilakukan untuk diri sendiri maupun orang lain.
Salah satu alumni yang telah mencoba metode ini membagikan pengalaman mengejutkan:

“Anakku rewel sudah berhari-hari. Akhirnya saya coba terapi energi melalui air. Bismillah saya minumkan ke anak, dan Alhamdulillah langsung nggak rewel lagi. Padahal sebelumnya sudah dibawakan ke ustadz untuk ruqyah tapi tetap rewel. Alhamdulillāhirabbil‘ālamīn, sungguh barokah dari Allah.”
Testimoni seperti ini mulai banyak beredar di komunitas penyembuhan energi di Indonesia. Pengalaman pengguna membuat metode ini semakin viral dan dibicarakan.

Walaupun masih menjadi perdebatan di dunia medis, beberapa cabang ilmu mulai membuka ruang untuk fenomena ini, seperti:
- Epigenetika → pikiran memengaruhi gen
- Neurolinguistik & Psikologi Energi → emosi memengaruhi sistem saraf
- Quantum Biology → tubuh merespons medan energi
Hal ini membuat Hado ditempatkan sebagai komplementer, sebagai penunjang pengobatan medis.
Bagi sebagian orang, Hado bukan sekadar teknik, melainkan cara memahami hubungan antara pikiran, energi, air, dan kesehatan manusia.
Pendekatan ini membuka perspektif baru:
Bahwa kesembuhan tidak selalu harus berupa obat, tetapi bisa dimulai dari kesadaran, niat, dan getaran energi yang benar.
