
Malang — 6 Desember 2025
Kegiatan bakti sosial pengobatan energi yang diselenggarakan oleh komunitas OPINI di Malang pada Sabtu, 6 Desember 2025, berlangsung sukses dan mendapat respons positif dari masyarakat. Puluhan orang hadir untuk mengikuti sesi terapi energi dan edukasi kesehatan holistik berbasis pikiran, energi, dan water healing (terapi air putih).
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan terapi energi langsung, tetapi juga diperkenalkan pada metode terapi air putih, yaitu teknik penyelarasan frekuensi tubuh melalui air minum yang sudah diberikan sugesti dan penyeimbangan energi. Air diposisikan sebagai media alami untuk membawa resonansi positif ke dalam tubuh.
“Air putih memiliki memori. Saat diberikan energi dan niat positif, air dapat menjadi media penyembuhan. Banyak peserta merasakan tubuh lebih ringan, rasa sakit reda, dan emosi lebih stabil setelah meminumnya,” jelas salah satu terapis dari OPINI.

Banyak peserta menyampaikan rasa syukur dan puas setelah menjalani sesi terapi. Mayoritas keluhan fisik, stres emosional, serta ketegangan otot dan saraf dilaporkan release hanya dalam satu kali sesi. Tidak sedikit yang meneteskan air mata kelegaan setelah tubuh mereka merespons proses penyembuhan.
“Alhamdulillah barokah Allah, semua pasien puas dengan baksos ini. Banyak yang menyampaikan terima kasih dan mendoakan para terapis,” ungkap salah satu panitia.

Tokoh yang turut hadir memberikan dukungan adalah Kyai Soleh, seorang terapis energi sekaligus tuan rumah. beliau menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya agar kegiatan seperti ini terus berlanjut.
“Puji syukur Alhamdulillah, Banyak warga yang terbantu. Ini menunjukkan sinergi kebaikan berjalan dengan izin Allah,” tambah beliau.
Selain memberikan terapi gratis, kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat tentang bagaimana air, doa, pikiran positif, dan energi dapat bekerja bersama dalam menunjang kesehatan fisik serta ketenangan mental.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar bakti sosial serupa dapat dilaksanakan kembali di kota-kota lain.
