
Dalam dunia psikologi dan terapi pikiran, satu gagasan yang terus bertahan lintas zaman adalah bahwa akar banyak masalah manusia tersimpan di bawah sadar. Trauma, ketakutan, kebiasaan merusak, hingga penyakit psikosomatis kerap tidak bersumber dari pikiran sadar, melainkan dari lapisan batin yang lebih dalam.
Konsep ini pertama kali dipopulerkan secara sistematis oleh Sigmund Freud melalui karya monumentalnya, The Interpretation of Dreams.
Dalam bukunya, Freud menyebut mimpi sebagai “the royal road to the unconscious” — jalan utama menuju bawah sadar.
Ia menemukan bahwa:
- Konflik batin yang ditekan saat sadar muncul kembali dalam mimpi.
- Hasrat, ketakutan, dan trauma terselubung diekspresikan lewat simbol.
- Pikiran bawah sadar tidak pernah benar-benar diam — ia terus bekerja, bahkan saat tidur.
Artinya, masalah psikologis seseorang tidak selalu terlihat di permukaan. Ia bisa bersembunyi dalam:
- Fobia tanpa sebab jelas
- Kebiasaan adiktif
- Emosi meledak tiba-tiba
- Penyakit psikosomatis
Freud meyakini: Jika ingin menyembuhkan, temukan akar bawah sadarnya.
Walau metode analisis mimpi Freud bersifat verbal dan interpretatif, prinsip dasarnya menginspirasi banyak pendekatan terapi modern, termasuk:
- Hipnoterapi
- Regression therapy
- Trauma healing
- Energy psychology
Semua berangkat dari asumsi yang sama:
Masalah adalah “program” bawah sadar yang tersimpan lama.
Di sinilah mesmerism mengambil peran unik.
Jika psikoanalisis Freud menembus bawah sadar lewat:
- Analisis mimpi
- Asosiasi bebas
- Interpretasi simbol
Maka mesmerism bekerja melalui:
- Medan energi tubuh
- Resonansi batin
- Induksi non-verbal (hipnosis tanpa kata)
Pendekatan ini melihat bahwa memori emosional tidak hanya tersimpan di pikiran, tetapi juga di sistem energi dan saraf tubuh.
Dalam praktik mesmerism, akar masalah sering muncul sebagai:
- Blokade energi
- Ketegangan saraf kronis
- Pola getaran emosi berulang
Contohnya:
| Gejala Permukaan | Akar Bawah Sadar |
|---|---|
| Sulit berhenti merokok | Konflik self-control / pelarian stres |
| Nyeri tanpa sebab medis | Trauma tersimpan di tubuh |
| Insomnia | Over-aktivitas pikiran bawah sadar |
| Cemas berlebih | Memori ancaman masa lalu |
Di sinilah mesmerism melakukan “deep calming” — menenangkan sistem saraf hingga bawah sadar terbuka tanpa perlawanan logis.
Meski berbeda era dan metode, keduanya bertemu pada prinsip inti:
Freud → konflik psikis
Mesmerism → blokade energi & emosi
Freud → mimpi / asosiasi bebas
Mesmerism → trance energi / induksi non-verbal
Freud → insight & kesadaran
Mesmerism → pelepasan resonansi emosi
Menggabungkan pemahaman Freud dan mesmerism memberi pendekatan yang lebih utuh:
- Analitis (memahami akar konflik)
- Somatik (melepas beban tubuh)
- Energetik (menyeimbangkan medan batin)
Ini menjelaskan mengapa sebagian klien:
- Sudah paham masalahnya, tapi belum sembuh
- Sudah terapi verbal, tapi emosi masih tersimpan
Karena akar masalah belum dilepas di level bawah sadar terdalam.
Gagasan Freud membuka pintu bahwa mimpi dan bawah sadar menyimpan kunci penderitaan manusia. Mesmerism melanjutkan jalan itu dengan pendekatan yang lebih langsung — menenangkan, membuka, lalu melepaskan beban batin tanpa banyak kata.
